Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2019

Safin Terus Dorong Penerimaan Pendapatan Daerah Secara Online

Targethukumonline. Pati - Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), hari ini menghadiri rapat Evaluasi Pendapatan Asli  Daerah Triwulan I Tahun 2019 di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati.

Dalam sambutan arahannya Safin menegaskan bahwa pendapatan daerah ini merupakan modal dasar bagi pelaksanaan pemerintahan sekaligus sebagai suatu kriteria penilaian bagi kemampuan daerah dalam melaksanakan otonomi, Selasa tgl (16/04/19).

"Karena itu, kami mengajak Saudara-Saudara sekalian untuk mencermati target dan realisasi pendapatan daerah pada triwulan pertama", ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi pada OPD dan kecamatan yang telah memenuhi target. "Dan bagi yang belum mencapai target, saya harapkan untuk dapat mengevaluasi kinerjanya.

Karena kami senantiasa mengapresiasi setiap upaya untuk meningkatkan pelayanan khususnya yang terkait dengan pelaksanaan retribusi daerah secara online", jelasnya.

Pihaknya juga mengaku akan terus mendorong agar semua proses pengelolaan pendapatan daerah dapat terlaksana secara transparan, efektif, efisien, dan mudah diakses oleh masyarakat.

"Kita tentu masih ingat bahwasanya di Jawa Tengah, Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah yang menjadi percontohan dalam hal transaksi nontunai", lanjut Safin.

Wabup juga meyakini bahwa banyak manfaat yang diperoleh lewat penerapan transaksi non tunai, salah satunya dapat meningkatkan transparansi transaksi yang bertujuan mencegah kejahatan dan kebocoran anggaran.

"Saya berharap masyarakat Kabupaten Pati juga tak alergi dengan penggunaan teknologi informasi dalam pembayaran retribusi daerah. Apalagi jika nantinya kita udah memberlakukan transaksi online di semua lini", harapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Pemkab juga punya tanggung jawab untuk mengedukasi dan menyiapkan masyarakat agar siap dengan pemanfaatan teknologi tersebut.

"Jangan hanya meluncurkan program online tapi sosialisasinya diabaikan", imbuhnya.

Tak dapat dipungkiri, menurut Safin, tantangan terbesar Pemkab adalah merubah budaya masyarakat.

"Memang tak mudah mengalihkan kebiasaan mayarakat yang terbiasa melakukan pembayaran secara konvensional menjadi online, tapi kita harus tetap memulainya", tegas Wabup.

Ia juga yakin, target pendapatan daerah tahun 2019 Rp. 2.730.979.188.000,- yang telah terealisasi Rp. 607.823.563.979,-  atau mencapai 22,26% pada triwulan I ini bisa lebih ditingkatkan dengan melakukan sejumlah inovasi dan perbaikan dalam pelayanan.

"Demikian halnya dengan dengan capaian Pendapatan Asli Daerah yang pada triwulan I ini berada di angka 23,70%, tentunya akan dapat ditingkatkan dengan melakukan sejumlah terobosan", lanjutnya.

Berkenaan dengan hal itu, Wabup meminta kepada unit kerja yang terkait dengan berbagai jenis penerimaan baik berasal dari pajak daerah maupun retribusi daerah untuk berupaya dan berinovasi agar penerimaanya dapat terealisasi sesuai dengan yang ditargetkan.

"Bagi yang targetnya belum mencapai 25 % hingga triwulan I ini, hal itu harus menjadi perhatian pimpinan dan tenaga teknis pengelola pendapatan daerah.

Kendala atau permasalahan yang dihadapi dalam mengoptimalkan penerimaan harus dianalisis sebaik baik mungkin, sehingga kinerja kita bisa lebih baik pada triwulan berikutnya", pinta Safin.

Ke depan pihaknya berharap agar dalam menentukan target pendapatan daerah, senantiasa didasari data potensi  yang  akurat, terukur dan diperkirakan dapat direalisasikan.

"Untuk itu, saya berharap semua kepala OPD Kabupaten Pati dapat memberikan dukungan penuh dalam meningkatkan dan mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah.

Dan yang lebih penting lagi, mari kita tingkatkan partisipasi dan kesadaran seluruh komponen, pengusaha, wajib pajak maupun wajib retribusi.

Ayo kita semangati lagi tentang  pentingnya pajak dan retribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat", pungkasnya. (ROI/humas)

Selasa, 12 Maret 2019

Spot Selfi Mulai Tumbuh Bermekaran di Kampus Kehidupan TPA Sukoharjo Pati

Jateng7. Pati - Kala senja mulai berarak dilangit cakrawala TPA Sukoharjo, kampus kehidupan mulai mengeliat menampakkan jati dirinya berbenah, satu persatu menampilkan keindahan dengan aneka spot selfi yang mulai dibangun sang Begawan sesepuh FWP Begawan Alman Eko Darmo.

Spot selfi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung TPA Sukoharjo Pati.

Tak bisa dipungkiri keindahan alam yang ada di TPA hamparan hijau pohon pohon yang mulai tumbuh bermekaran menambah pesona alam terkembang kampus kehidupan yang sekarang elok bagai seorang gadis cantik yang menawan yang menawarkan secangkir kopi dipagi hari.

Sang maestro Mr. Wawan dan Mrs. Ratna Septi Angraeni yang membuat lanskap denah yang ada makin semarak dengan aneka jembatan gantung, rumah pohon juga aneka tanaman obat obatan ataupun outbond menjadi pilihan yang menarik bagi para pengunjung untuk menikmati aneka spot di TPA Sukoharjo Pati yang menjadi sekretariat FWP (forum wartawan pati), Rabu tgl (13/03/19).

Apalagi di atas bukit mulai dibangun saung - saung yang nantinya menjadi menu menarik siap saji dengan berbagai aneka olahan masakan khas ikan nila, gurame, lele dan aneka masakan dengan bumbu-bumbu asli rempah rempah peninggalan resep dari para ahli di bidangnya terutama masakan dengan sambal terasi khas kota Pati.

Nampak dari sudut sudut TPA yang mulai berhias mulai menunjukkan pesona yang luar biasa, walaupun satu sisi tenaga yang ada hanya sang Begawan dan sang Maestro dibantu oleh Ratna & Sukro yang berjibaku agar kedepannya nilai nilai historikal yang ada menjadi pembelajaran atau proses belajar back to nature atau belajar kembali ke alam.

Sebuah proses edukasi yang sangat penting bagi anak-anak generasi millineal akan pengenalan kepada alam dengan berbagai habitat tumbuh tumbuhan (obat obatan) maupun tanaman buah-buahan yang sudah mulai tumbuh bermekaran sesuai dengan manfaat yang ada dan fungsinya masing-masing.

Anugerah yang luar biasa bagi kampus kehidupan TPA Sukoharjo akan menjadi barometer dari sisi ekonomi maupun wisata alam menjadi pilihan yang tepat guna akan sebuah proses pendidikan alam terkembang sekarang ini.

Walau berat dalam sebuah perjalanan saat ini tanpa adanya proses kristalisasi keringat hambar terasa, buah dari pada proses itu sendiri akan dinikmati oleh anak cucu kita nantinya dengan segala jerih payah selama ini.

Semoga TPA Sukoharjo menjadi bukti yang nyata akan kiprah sang Begawan menjadi kunci sukses kedepannya dengan harapan TPA menjadi alternatif tempat wahana bermain maupun edukasi kampus kehidupan yang nyata. ($.wijaya)

Senin, 04 Maret 2019

Tradisi Grobog Boyong Napak Tilas Sejarah Perpindahan Kabupaten Grobogan

Jateng7. Grobogan - Perayaan tradisi Boyong Grobog dalam rangkaian hari jadi Grobogan ke 293 di kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan berlangsung meriah. 
Masyarakat Kabupaten Grobogan,  menyaksikan prosesi Kirab Boyong Grobog.

Sejarah asal mula kadipaten Grobogan.

Tradisi ini menceritakan proses perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan, Minggu (03/03/19). 

Kirab tersebut dihadiri oleh Bupati Grobogan, Sekda, FKPD, DPRD, seluruh jajaran Muspika Kecamatan Grobogan, dan kepala desa se-Kabupaten Grobogan dengan  mengenakan pakaian beskap jawa. 

Dalam acara  boyong grobog dipimpin langsung oleh Bupati Grobogan   yang dikuti oleh belasan kelompok seni reog, barongan, drum band dan puluhan peserta dengan kostum prajurit kerajaan.

Prosesi budaya ini menjadi hari ulang tahun kabupaten Grobogan ke 293, yang jatuh pada tanggal 3 Maret, yang digelar di sepanjang jalan Pangeran Puger, Kecamatan dan Kabupaten Grobogan, sehingga menarik perhatian masyarakat sekitar.  

Ribuan warga tumpah ruah memadati tepi   Jalan Raya Purwodadi-Pati. Prosesi kirab Boyong Grobog dimulai dari kantor Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan hingga ke pendapa kabupaten yang letaknya di Purwodadi.  

Dalam acara tersebut, dikirab pula sebuah grobog kuno dari kayu jati berukuran sekitar 1 x 1 meter. 

Perabot grobog ini dulunya dipakai menyimpan dokumen pemerintahan saat boyongan dari Kecamatan Grobogan ke Purwodadi. 

Grobog ini dinaikkan dalam dokar dan dikawal beberapa orang berpakaian layaknya prajurit zaman kerajaan.

Pada prosesi ini diceritakan  muasal  sejarah Kabupaten Grobogan pada masa Sunan Kalijaga. Grobog (kotak) yang berisi dengan senjata pusaka kerajaan dipindahkan dari Kecamatan Grobogan ke Kecamatan Purwodadi. 

Bersamaan dengan itu, ibu kota Kabupaten Grobogan pindah dari Kecamatan Grobogan ke Kecamatan Purwodadi saat ini.

Ketua panitia Boyong Grobog  saat dimintai keterangan mengatakan,” kirab ini bertujuan untuk menceritakan kembali asal mula perpindahan pusat pemerintahan yang terletak di Kecamatan Grobogan dipindah ke Kecamatan Purwodadi. 

Tradisi ini juga untuk menghargai jasa para pahlawan dan upaya melestarikan budaya daerah,”ujarnya kepada media.

”Kegiatan ini sebagai bentuk wujud uri-uri budaya daerah dan memberikan semangat gotong royong dari warga masyarakat,” ungkapnya.

Diceritakan pula, “bahwa grobog adalah asal mula terbentuknya kabupaten Grobogan. 

Dimana saat zaman kerajaan Majapahit yaitu tepatnya ada pasukan kerajaan yang diutus untuk mengirim senjata pusaka kerajaan dan dimasukan dalam kotak atau grobog. 

Rombongan tersebut kemudian bertemu dengan perampok dan mereka lari meninggalkan grobog.

Selanjutnya oleh Sunan Kalijaga, para perampok tersebut berhasil dikalahkan dan merebut kembali grobog. 

Kemudian tempat tertinggalnya grobog itu dinamakan Grobog atau Grobogan. 

Sementara itu, pada awal terbentuknya Kabupaten Grobogan hanya meliputi beberapa wilayah saja yaitu Sela, Teras, Karas, Wirosari, Santenan, Grobogan, dan beberapa daerah di Sukowati bagian Utara Bengawan Solo dengan adipati/ Bupati pertama adalah Pangeran Puger. 

Namun lambat laun, wilayah Kabupaten Grobogan kemudian ditetapkan menjadi seperti sekarang ini dengan jumlah 19 kecamatan.

”Pertama kali Grobogan dipimpin oleh Adipati Pangeran Puger, dari data yang ada Kabupaten Grobogan dengan ibu kota Grobogan pindah ke kota Purwodadi terjadi pada Tahun 1864,” terang dia.

Selain menceritakan perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan, kirab boyong grobog juga diikuti rombongan petani yang membawa 10 gunungan hasil pertanian dari masing-masing desa di Kecamatan Grobogan. 

Gunungan tersebut mengandung filosofi agar hasil pertanian masyarakat semakin melimpah dengan diadakannya sesembahan gunungan hasil pertanian, kemudian gunungan itu, diperebutkan oleh warga sekitar.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, acara ini merupakan peringatan hari jadi ke-293 Kabupaten Grobogan.  

"Saya mengucapkan selamat ulang tahun Grobogan ke 293, semoga lebih baik, bisa sejahtera secara utuh dan menyeluruh, mari kita bersama membangun Kabupaten Grobogan yang lebih bagus," kata bupati saat memberikan sambutan di lokasi acara.

Menurutnya, Boyong Grobog bermakna pindahnya pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan ke wilayah Purwodadi, sebelumnya berada di Kelurahan Grobogan. 

"Makna Boyong Grobog pada sejarahnya, bahwa letak pemerintahan dulu di Kecamatan Grobogan, tepatnya di Kelurahan Grobogan, kini di Kelurahan Purwodadi," jelasnya.

Masih Bupati Grobogan  menceritakan,”boyong grobog adalah satu sejarah yang harus kita uri-uri. 

Dimana agar anak cucu kita nantinya bisa tahu tentang sejarah perpindahan pemerintahan Kabupaten Grobogan, yaitu dari Grobogan dipindah ke Purwodadi.

”Ini adalah kegiatan ke empat yang harus di uri-uri oleh warga masyarakat dalam rangka kegiatan Boyong Grobog. 

Mudah-mudah bisa kita tingkatkan agar nilai histori Kabupaten Grobogan tidak akan luntur,” kata Bupati.

Menurutnya, kegiatan Boyong Grobog sendiri perlu dilestarikan sebagai aset budaya daerah. 

Seperti daerah lain, seperti di Pati ada tradisi Meron, Solo ada Sekaten. Pihaknya mengatakan, “sebelumnya tradisi Boyong Grobog adalah inisiatif masyarakat. 
Kemudian setelah berjalan tiga tahun, kegiatan tersebut ditangani oleh panitia Kabupaten.

”Kedepan akan kita jadikan kegiatan ini sebagai rutin tahunan, dengan lebih menata lagi dan evaluasi agar lebih baik lagi untuk menarik wisatawan dari luar,” pungkasnya. ($.wijaya)

Minggu, 03 Maret 2019

Misteri SMAN 02 Pati, Aroma Mistis Sang Ratu Dewi Ayu Safitri Menebar Maut

Jateng7. Pati - Misteri SMAN 02 Pati menyimpan banyak misteri yang tersembunyi, sejak berdiri pada dekade awal tahun 1970 SMAN 02 Pati menjadi favorit pilihan rujukan anak anak SMP yang ingin melanjutkan ke sekolah tingkat atas atau SMU, Jum'at tgl (01/03/19).

Hawa mistis yang menyelimuti area sekolah di SMAN 02 Pati.

Hingga kini para murid murid lulusan SMAN 02 Pati telah banyak mengisi formasi tata pemerintahan di kabupaten Pati, baik sebagai pegawai negeri, guru maupun wirausaha, jaksa, politikus dan lain sebagainya.

Banyak fenomena dalam kehidupan di dalam sekolahan tersebut yang hingga kini masih tersimpan dan tertutup rapat baik dikalangan para pelajar maupun para pengajar yang ada sekarang ini.

Tidak banyak yang tahu bahwa hampir setiap tahun para siswa atau siswi yang yang menuntut ilmu disitu meninggal dunia dikarenakan sawab keganasan dari Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri penguasa kerajaan gaib yang ada di area dalam gedung sekolahan tersebut terutama gedung "Sasana Langen Suka" aula tempat olahraga atau pertemuan.

Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri adalah seorang ratu ghoib yang mempunyai banyak pasukan kerajaan yang mendiami area khusus sekolah SMAN 02 Pati.

Hal inilah yang hampir tidak pernah terungkap oleh orang awam bahwa tumbal yang berupa nyawa seorang siswa atau siswi terus kehilangan nyawanya tanpa ampun sebagai tumbal kerajaan ghaib tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap acara baik caraka malam yang diadakan oleh Pramuka pasti ada bakar dupa disepanjang acara, pernah ada kejadian siswa siswi kesurupan masal pada waktu itu.

Dan hampir dipastikan kenapa yang menjadi korban di kelas XII IPA 1 dan XII IPS III hingga mayoritas siswa yang meninggal hingga kini.

Apakah kelas tersebut telah menjadi syarat tumbal dari sang Ratu ghoib atau ada kelas yang lainnya yang belum terungkap selama ini.

Pasar ghoib atau pasar setan yang terletak dilapangan basket, setiap menjelang sore hari setelah maghrib selalu ada aktifitas yang selalu ramai dengan segala macam hiruk pikuk para penghuninya, baik pasar malam maupun hiburan Gending Jawa dengan aroma mistis yang ada.

Dan satu hal ada yang unik di depan laboratorium kimia, ada sosok patung Ganesha yang selalu menatap tajam kebarat menarik untuk dicermati bahwa disitu ada hal masih menyimpan misteri besar selama ini.

Pada waktu itu seorang pelajar siswi bernama Novita (samaran) hampir menjadi korban keganasan sang Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri, sempat koma hampir satu bulan di rumah sakit Mardi Rahayu Kudus pada waktu itu masih kepala sekolah Drs. Sutowo dan wakil kepala sekolah Budi Sulistyo almarhum.

Kondisi pada waktu itu sang siswi sempat dibawa ke kerajaan ghoib dan disandera sukma'nya hingga berminggu-minggu koma tak berdaya tak sadarkan diri dirumah sakit, yang akhirnya sempat terjadi perlawanan dengan sang Ratu oleh satu sosok (misterius) yang menolong korban hingga berhari hari saling serang laga yang melelahkan hampir memporak-porandakan kerajaan tersebut, selesai pertarungan yang hebat dan akhirnya selamatlah sang siswi (Novita) terlepas dari maut.

Korban korban yang mulai berjatuhan setiap tahunnya menjadi tumbal keangkeran sekolah SMAN 02 Pati Sang Ratu telah memilih calon calon korban (tumbal) yang akan datang, yang satu gugur kan bertumbangan silih berganti menjemput ajalnya.

Dilihat dari sudut ilmu metafisika sangat menarik untuk dicermati apakah ada hubungan hubungan secara non fisik selama ini, bau anyir darah, mayat hidup bahkan bau menyengat berupa kembang kuburan kadang sebagai pengantar saat pelajaran dimulai.

Tabir hitam yang menyelimuti area sekolah menjadi fenomena selama ini, suara gemericik kereta kencana sang ratu dengan pakaian khas kerajaan dan ribuan pasukan (prajurit) yang mengiringi selalu mengintai maut para pelajar yang ada dalam cengkeraman sang sang ratu.

Tidak bisa dipungkiri para pemangku jabatan baik kepala sekolah maupun staf pengajar telah melakukan tugasnya dengan baik, namun apakah ada solusi yang tepat guna yang telah dilakukan selama ini dengan cara ruwatan (doa bersama) secara menyeluruh agar tidak jatuh korban kembali.

Mengapa fenomena ini berlangsung secara terus menerus jangan sampai dunia pendidikan khususnya di SMAN 02 Pati kembali berduka kehilangan nyawa putra putri terbaiknya, sebagai harapan masa depan keluarganya ataupun sebagai penerus (tulang punggung) kehidupan berbangsa dan bernegara ini. (bersambung)

Selasa, 05 Februari 2019

Kedai Perko Menjadi Icon Tempat Nongkrong Berbagai Lintas Komunitas di Pati

Jateng7. Pati - Kedai Perko menjadi salah satu kedai kopi yang lagi hits saat ini, selain tempat nongkrong berbagai komunitas anak muda seperti komunitas fotografi, komunitas mobil, komunitas sepeda motor dan berbagai komunitas perupa lainnya, selain tempat nongkrong juga menjadi tempat spot foto yang bagus, Selasa tgl (05/02/19).

Bersama komunitas seniman musik Pati & Ipung gitaris Power Metal (Band legendaris).

Juga live musik setiap hari Jum'at malam yang selalu di isi oleh band Staccato dengan personil mas Adi salah satu personil music band di Pati yang sering tampil di kafe dan Resto.

Perko indentik dengan kawula muda berbagai kalangan, sejarah Kedai Perko sendiri berdiri pada tahun 2013 saat itu masih di emperan Pecinan dengan CEO Andry Sudianto Prasetyo.

Dan sekarang pindah ke jalan Pemuda no. 333 belakang dealer Daihatsu hingga sekarang ini dengan tempat parkir yang luas sehingga menambah kenyamanan para pengunjung.

Kedai Perko telah menjadi icon baru para pemburu dan pencinta kopi Nusantara dengan berbagai kopi khas seluruh Nusantara dengan aromanya yang selalu fresh, selain menyediakan berbagai minuman fresh drink dari campuran buah buahan yang segar.

Dengan tempat bangunan yang nyaman menyerupai kafe clasik menjadi sangat disukai oleh para penghobi fotografer yang hampir tiap minggunya selalu ada whorshop tentang fotografer, yang baru saja selesai yaitu dengan tema "Karakter Cahaya dari Sudut Pandang Pelukis".

Hal inilah yang sangat menarik para pemerhati seniman Pati dalam berbagai aliran baik musik, pelukis, perupa dan komunitas seni yang lainnya dalam diskusi yang menarik untuk disimak dalam perjalanan dan perkembangan seni saat ini.

Tempat yang nyaman menjadi pilihan tersendiri bagi berbagai kalangan baik dari komunitas anak muda maupun dari komunitas lainnya menambah keakraban untuk lebih intens dengan suasana klasik menambah suasana lebih syahdu.

Model dan fotografer dalam sesi pemotretan.

Bang Andry sebagai owner Kedai Perko sangat mengapresiasi semua kegiatan yang ada selama ini, yang penting bisa menambah tali persaudaraan antar teman teman komunitas lainnya.

Harapannya agar Kedai Perko bisa lebih maju dan mendapatkan tempat tersendiri diberbagai kalangan, dan sebagai wadah tongkrongan anak muda yang positif dengan memperkenalkan tempat wisata maupun seni dan budaya yang khususnya di kota Pati sendiri," terang mas Andry. (Roi)

Minggu, 03 Februari 2019

Bupati Haryanto Bersama Sekda Dalam Dialog Dengan Wartawan Pati

Jateng7. Pati - Bertempat dipendapa kabupaten, Bupati Pati ajak berdialog bersama dengan wartawan Pati yang bertajuk “ngobrol bareng dengan wartawan”untuk mensikapi berita hoax  dan kemajuan pembangunan di wilayah Kabupaten Pati.

Dialog bersama dengan Bupati dan OPD untuk kemajuan kabupaten Pati.

Dalam dialog  dipandu oleh Kabag Humas Setda Pati, Ahmadi S.Pd, MM sekaligus perkenalan sebagai Kabag Humas baru,  kepada awak media yang dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Suharyono dan wartawan yang tergabung dalam media FWP dan FORJIP Pati.

Kegiatan yang dikemas dalam FGD (Focus Group Discussion) tersebut menjadi bagian program Humas Setda Pati sebagai wujud dalam memberikan wadah para jurnalis   memberikan andil untuk menyuarakan topik yang berkembang dalam pembangunan Kabupaten Pati.

FGD yang dilaksanakan setiap bulan ini sebagai wujud kepedulian Pemkab Pati menampung kegiatan positif dan membangun bagi para jurnalis dalam pemberitaan.

Saat berdialog dengan wartawan baik yang tergabung dalam Forum Wartawan Pati (FWP) dan Forum Jurnalistik Independen Pati (Forjip) di pendapa Jumat (01/02/19) malam, dalam kesempatan itu, Bupati Haryanto mengingatkan, kepada wartawan agar tidak terjebak dalam berita hoak. 

Dengan informasi yang ditulis untuk disajikan kepada pembaca/pemirsa harus benar-benar dicek kebenarannya.

Bupati Haryanto mengajak warga Kabupaten Pati untuk tidak gagal paham. Sehingga bisa memahami hal-hal yang seharusnya dipahami secara benar.  

Haryanto juga  menekankan,” agar jajaran pimpinan OPD jangan takut terhadap kritik, sebab, dengan kritik adalah sama saja diingatkan.

Kritik boleh asal di berikan solusinya, karena diingatkan, berarti ada yang kurang sehingga perlu ada yang harus dibenahi dan ditingkatkan.

''Jika tidak ada kritik, merasa semua sudah benar dan semua sudah baik, sehingga bisa menjadi lupa  tidak terkontrol,” tandasnya.

Apalagi, bagi awak media sosial dengan kecanggihan teknologi ITE yang tak bisa dibendung lagi, maka sebagai penyaji berita juga dituntut tanggung jawab, termasuk dalam menyampaikan kritik juga harus selektif.

Sebab, pihaknya juga tidak alergi terhadap kritik asal kritik yang disampaikan itu benar-benar konstruktif,” ujarnya.

Menurut buapti, selama ini juga merasa sangat terbantu dengan berita-berita yang disajikan para wartawan dalam upaya untuk bersama-sama membangun dan mewujudkan  Pati ke depan lebih maju.

Sebab, dengan pemberiataan yang selalu tersaji dengan cepat semua peristiwa yang terjadi hari ini bisa langsung diketahui dengan cepat pula.

Lebih - lebih dengan berita yang tersaji secara ''online'' begitu cepat beredar sehingga melalui kecanggihan teknologi informasi ini.

Hariyanto mengakui saat membaca berita yang tersaji, selalu mencatat semua pernyataan yang disampaikan pembuatnya.

Akan tetapi yang berkait dengan berita, jika dirasakan belum jelas apa permasalahannya, agar tidak gagal paham lebih baik ditanyakan kepada pimpinan OPD yang berkompeten, agar menjadi berita yang berimbang.

Kendati demikian, upaya wartawan yang ahli menyusun kalimat memang harus bisa mengejar dan menyajikan berita yang viral.

Akan tetapi ada juga berita yang viral dan berdampak tidak bagus di antaranya   berita di mana semua media menulis  seorang pengemis yang mempunyai aset mencapai Rp 1,4 miliar.

''Akan tetapi, di satu sisi berita tersebut sangat tidak cocok jika sampai diikuti dan ditiru oleh yang lain, sehingga berita-berita seperti itu terlebih dahulu harus difilter sebelum disiarkan atau ditayangkan," tegas bupati.

Wabup Pati Saeful Arifin menambahkan,” hasil karya seorang jurnalis sangat berperan dalam pembangunan di Pati. 

Pemberitaan menarik yang di sajikan sangat berdampak menuju perkembangan Pati yang lebih signifikan.

Rasa nasionalisme dan kebanggaan Kabupaten Pati perlu ditonjolkan dengan tulisan para media,”ujar wabup singkat.

Sekda Pati Suharyono juga mengajak media untuk mendukung kemajuan pembangunan di segala sektor Kabupaten Pati. Terutama sektor wisata yang perlu promosi dari media.

Tidak lepas dari UMKM juga perlu dikembangkan dalam mendukung sektor perekonomian. Sekda minta supaya para jurnalis mendukung supaya Pati lebih maju dan banyak investor yang masuk.

Diakhir acara Kabag Humas merangkum dialog yang bisa membawa perubahan untuk kemajuan Pati dalam kecanggihan teknologi ITE dan berita yang tersaji secara ''online'' agar tidak gagal paham dan kritik yang konstrutif.

Harapannya, semoga hubungan baik yang sudah terjalin dipertahankan baik dalam informasi publik dan pemberitaan yang positif membangun,”tutupnya kabag humas. ($.roy)

Selasa, 29 Januari 2019

Warga Desa Plumbungan, Keluhkan Jalan Poros Utama Rusak Parah Mengganggu Pengguna Jalan

Jateng7. Pati - Sejumlah warga Desa Plumbungan, Kecamatan Gabus Kabupaten Pati mengeluhkan akses jalan poros desa yang sudah sejak tiga tahun lebih dibiarkan rusak parah, Rabu tgl (30/01/19).

Akses jalan menuju desa rusak parah apalagi musim hujan tiba.

Jalan desa Plumbungan yang menghubungkan dari Gapura timur menuju poros jalan utama sepanjang 550 m rusak parah hingga depan pengusaha selep padi atau Roosmild milik bpk Sahuri.
Selain aspalnya mengelupas, hampir seluruh jalan tersebut berlubang dengan kedalamaan 5 sampai 25 cm.

Desa plumbungan adalah desa strategis di sebelah selatan kota Pati karena di desa ini ada jalan penghubung antara jalan raya Pati - Gabus dengan jalan raya Pati - Kayen.

Oleh karena itu mulai tahun 2010 jalan alternatif penghubung tersebut di ambil alih oleh PU dalam membangun pembetonan jalan maupun pembangunan talud semuanya dalam tanggung jawab dinas Pekerjaan Umum pemerintah kabupaten Pati.

Namun belum semua jalan poros desa Plumbungan ini mulus dan nyaman untuk dilewati. Penyebab kerusakan jalan, salah satunya sering kali dilewati kendaraan truck bermuatan berat.

Seperti halnya jalan penghubung Desa Plumbungan dan Desa Koripan dan arah desa Penanggungan kecamatan Gabus Pati. Jalan sepanjang kurang lebih 550 meter ini dibiarkan rusak, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Jalan rusak ini sudah berlangsung hampir 3 tahun lebih. Ironisnya, jalan poros desa ini lokasinya tidak jauh dari jalan utama Gabus - Pati. 

Kerusakan jalan disebabkan sering kali dilewati kendaraan truck atau kendaraan lain yang bermuatan, kerusakannya hampir merata sepanjang jalan desa kurang lebih 550 meter.

Salah satu warga, saat melintasi menjelaskan, “pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua harus ekstra hati hati saat melintas karena jalan sangat licin dan berlumpur jika terjadi hujan bahkan genangan air  yang menutupi lubang mengakibatkan beberapa kendaraan bermotor harus terpeleset.

Para pengendara jika tidak ekstra hati-hati, pengendara bisa terjatuh, karena jalan berlubang. "Disaat musim penghujanpun, jalan ini sangat berbahaya, selain tergenang, jalan juga semakin licin dan berlumpur," ujarnya.

Sejauh ini, perbaikan jalan hanya dilakukan sekedar ditambal sulam saja, warga berharap agar ada perbaikan secara permanen secepatnya.

Jalan poros desa ini menjadi jalur alternatif utama bagi warga yang berada di Plumbungan dan sekitarnya, menuju akses desa Koripan dan desa Penanggungan ke kota Pati atau yang mengarah ke kecamatan Gabus. 

Kerusakan pada poros jalan desa itu bukan hanya menghambat perekonomian masyarakat namun membahayakan para pengendara pengguna jalan terutama roda dua.

Salah seorang masyarakat desa setempat saat melintasi jalan tersebut mengatakan, kondisi rusaknya jalan poros desa yang menghubungkan Gapura timur (desa Plumbungan) jalan utama Gabus - Pati ke arah Desa Koripan atau Desa Penanggungan Gabus sepanjang 550 m menuju desa merupakan akses utama perekonomian masyarakat setempat.

Sebab, aktivitas warga yang hendak menggarap sawah dan ladangnya atau yang pergi sekolah dan bekerja melalui jalur ini sangat mengeluhkan hal tersebut.

Jalan poros desa itu merupakan satu-satunya yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat sebagai jalan alternatif.

“Mulai dari Gapura timur masuk arah jalan poros ruas dari jalan kabupaten menuju Desa Koripan atau Penanggungan yang dipadati permukiman warga termasuk menuju desa Plumbungan mesti ekstra hati-hati karena banyaknya jalan yang berlubang cukup dalam.

Apalagi disaat musim penghujan seperti ini tidak sedikit yang terperosok,” kata warga akhir pekan lalu.

Hal senada juga diutarakan warga Desa Plumbungan lainnya,  menurutnya, “jalan poros desa yang menghubungkan dua desa itu pernah dibangun oleh PU.

Namun hingga saat ini belum pernah ada perbaikan, padahal akses jalan ini merupakan akses utama perekonomian masyarakat perdesaan.

“Saya prihatin, saat warga mau ke sawah dan ladang maupun yang pergi sekolah yang bekerja harus ekstra hati-hati melalui akses jalan ini. 

Ia menambahkan, pihaknya sudah mencoba mengoordinasikan ini dengan pihak desa tapi belum ditanggapi secara serius. “Saya berharap pemerintah bisa membantu keluhan warga terkait jalan ini,” keluhnya.

Tampak dari Gapura timur desa akses jalan menuju desa terluhte rusak.

Sementara itu Kepala desa Plumbungan belum ada tanggapan  serius terkait parahnya kerusakan jalan poros desa yang menghubungkan dua desa tersebut.

Namun mengingat kemampuan anggaran desa yang terbatas, pihaknya hanya bisa membangun jalan lingkungan.

“Untuk membangun jalan poros desa itu membutuhkan biaya yang cukup besar hingga ratusan juta.

Pihak desa juga bukan tidak mengeluh dan tidak berusaha untuk mencari solusi untuk jalan poros desa itu. 

Kami sudah mengusulkan untuk rehab pembangunan jalan poros desa ke pihak pemerintah desa maupun kabupaten namun saat ini belum ada jawaban,” tutur warga setempat. ($.tim)

Senin, 28 Januari 2019

Intensitas Hujan Yang Tinggi Delapan Desa di Kayen Terendam Banjir

Jateng7. Pati - Diguyur hujan sejak minggu malam hingga pagi   dengan curah hujan yang tinggi membuat beberapa desa di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati terendam Banjir.

Potensi banjir semakin meningkat mengingat curah hujan yang cukup tinggi.

Dari Pantauan media awak media sedikitnya ada delapan Desa di Kecamatan Kayen Pati terendam banjir, Senin tgl (28/01/19).

Dari Informasi yang dihimpun oleh  Babinsa Koramil 04 Kayen dan warga setempat serta dari berbagai sumber, beberapa desa yang terdampak diantaranya Desa Sumbersari, Desa Kayen, Desa Slungkep, Desa Srikaton, Desa Jatiroto, Desa Talun, Desa Pasuruhan dan Desa Trimulyo.

Bahkan dari delapan desa yang terendam, satu desa diantaranya kondisi ketinggian airnya paling dalam yaitu Desa Srikaton Dukuh Popoh mencapai Lutut orang dewasa antara 30 hingga 70 cm.

Menurut warga setempat saat disambangi awak media menjelaskan,”setiap musim hujan tiba apalagi hujan yang terus menerus mengguyur dari malam kemarin sampai hari ini, beberapa wilayah kecamatan Kayen kebanjiran. 

Dikarenakan kondisi daerah yang sedikit rendah dan sering menjadi langganan banjir, ” Jelas warga yang melintas di lokasi genangan banjir.

“Serta di puncak gunung saat ini telah gundul, tidak ada hutan seperti dulu. Makanya daerah Kayen dalam pantauan serius karena rawan banjir terutama desa desa yang di lewati aliran air sungai dari gunung kendeng,” sanggah warga lainya.

“Seperti puncak gunung sekarang telah beralih fungsi karena menjadi lahan jagung yang ditanam warga. Tanaman tersebut tak mampu menahan air hujan, sehingga banjir lumpur tak terelakkan ketika hujan deras mengguyur  belakangan ini,” imbunya.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk daerah-daerah yang rawan banjir sehingga setiap musim hujan tiba tidak kebanjiran lagi,” harap warga.

Selain di beberapa desa lainnya seperti di Jalur Kayen – Pati, turut Desa Jatiroto juga terendam banjir sehingga mengakibatkan beberapa kendaraan harus putar balik dikarenakan tidak mau kendaraan mereka mogok terkena air.

Tepatnya di depan pintu masuk RSUD Kayen volume air mencapai 50 hingga 100 cm, mengakibatkan sejumlah pengendara roda dua khususnya terlihat bak antrian panjang terpaksa harus menunggu hingga banjir surut.

Dan yang memprihatinkan adalah ada  beberapa sekolah yang terpaksa di liburkan karena tergenang air  setinggi lutut orang dewasa.  

Seperti  MI Mambaul Landoh Kayen saat disambangi, semua dewan guru masuk sekolah untuk berjaga jaga di dalam kelas mengantisipasi terjadi ketinggian air bertambah sehingga bisa menyelamatkan buku sekolah dan yang lainya.

Ada juga yang melakukan bersih-bersih kelas dari endapan lumpur setebal 3-5 cm.
Curah hujan yang tinggi juga di barengi dengan angin yang cukup ektrim, mengkibatkan putusnya jaringan PLN di dukuh Malangan desa Trimulyo sehingga  warga harus ekstra hati hati dalam melintasi jalan tersebut. 

Walaupun upaya pemerintah dalam mengatasi banjir di Kayen ini diataranya telah ditinggikan jalan dengan rabat beton dan pengerukan sungai disepanjang aliran sungai dari gunung kendeng masih juga menyisakan banjir tiap turun hujan, sehingga warga usulkan pengerukan sungai lagi.

Dari usulan  warga yang dirilis awak media pengerukan sungai Kesinan sebagai salah satu langkah untuk mengatasi banjir di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.
Banjir yang hampir setiap tahun menggenangi area pemukiman, ladang serta sawah warga setempat, disinyalir akibat pendangkalan sungai Kesinan,” pasalnya.

“Banjir disebabkan pendangkalan sungai begitu muncul  warga memberikan alasanya kepada awak media Intensitas hujan dari daerah lain yang lebih tinggi juga melewati kayen.

Kata warga desa Srikaton masyarakat mengatakan bahwa didesanya dilewati sungai kali Kesinan.

Penggundulan hutan yang terletak disekitar kecamatan  Kayen juga menjadi penyebab seringnya banjir didesanya,” ujar warga dengan nada memelas.

Kali kesinan sudah waktunya dikeruk, pengerukan terakhir dilakukan 3 tahun yang lalu,”tambahnya.

Warga juga menjelaskan  bahwa seharusnya kali Kesinan dikeruk setiap 4 tahun sekali.

Dia menganggap gundulnya hutan dan dan pendangkalan kali Kesinan adalah penyebab utama meluapnya sungai yang melewatinya.

Berdasarkan pantauan awak media sungai yang melewati beberapa desa di Kecamatan Kayen itu meluap akibat curah  hujan tinggi mengguyur wilayah Pati selatan selama beberapa hari terakhir.

Hingga senin siang, air masih menggenangi sawah , ladang serta halaman rumah penduduk setempat. ($.roy)

Sabtu, 26 Januari 2019

Curah Hujan Yang Tinggi Desa Banjarsari Gabus Terancam Banjir

Jateng7. Pati - Curah hujan yang tinggi dalam seminggu ini di Wilayah pati berdampak banjir di sebagian wilayah Kecamatan Gabus.

Air sudah menggenangi rumah penduduk, setinggi lutut orang dewasa.

Banjir yang menggenangi daerah banjarsari terdampak tiap kali musim penghujan tiba, daerah rawan bencana banjir tersebut antara lain.

Desa Banjarsari dukuh Biteng karena letak desa nya yang berada di bantaran sungai Silugonggo, Sabtu (26/01/19).

Ada tiga rumah yang sudah  mulai kemasukan luapan air sungai Silugonggo di dukuh Biteng bersama tagana kab. Pati Sertu Edi Asluri anggota Koramil 19 Gabus selaku Babinsa Desa Banjarsari, segera mengadakan pengecekan dan pemantauan keadaan banjir yang sudah mulai masuk ke rumah warga.

Selain itu team Tagana juga mempersiapkan perahu karet untuk mengantisipasi apabila banjir tersebut semakin membesar dan warga membutuhkan bantuan untuk evakuasi.

Mutadi Ketua team Tagana Kab. Pati mengatakan kondisi curah hujan yang sangat tinggi sampai saat ini kemungkinan besar air sungai Silugonggo bisa semakin besar luapanya ke perkampungan warga.

Maka dari itu team Tagana bersama anggota TNI khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Gabus Kab. Pati mempersiapkan diri untuk penaggulangan bencana supaya tidak terjadi korban jiwa.

“Kerja sama dengan anggota Koramil ni sudah biasa kami lakukan, sehingga kami tidak canggung lagi untuk membantu warga yang terdampak banjir,” pungkasnya. ($.roy)

Sabtu, 10 November 2018

Seminar Magnet Rezeki Mengguncang Kota Pati

Jateng7. Pati - Aula Salza Convention Center Pati dibanjiri oleh peserta Seminar Magnet Rezeki bersama Ustadz Nasrullah dari Jakarta.

Dok/jateng7.

Acara Seminar Magnet Rezeki diselenggarakan oleh Komunitas Islam Subulussalam Cabang Pati. Acara seminar ini dihadiri sekitar 1200 peserta dari kota Pati maupun dari luar kota Pati, Minggu tgl (23/09/18).

Peserta dari berbagai usia sangat antusias mengikuti seminar. Ustadz Nasrullah menyampaikan tentang Rahasia Magnet Rezeki.

Ada beberapa jurus yang diajarkan yaitu perisai rezeki, dunia quantum, disiplin kata, garpu tala, rezeki gratis, ilmu terumbu karang dan masih banyak lagi. Rezeki akan datang sendiri kepada orang yang yakin akan kekuasaan Allah.

Rezeki dititipkan kepada kebahagiaan dan kemuliaan orang lain. Indiyatno Nur Setyadi selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa acara tersebut telah dirancang sejak 4 bulan yang lalu.

Harapannya masyarakat semakin  tahu bahwa rezeki itu tidak hanya uang. Orang sukses itu bukan orang yang punya banyak uang, tetapi orang yang hidupnya dipenuhi dengan kebahagiaan.

“Kesuksesan acara ini adalah sebuah anugerah dari Allah dan semangat relawan seminar juga membuat acara ini berjalan dengan lancar.

Insya Allah kami punya impian untuk mengadakan seminar dengan 3000 peserta. Tetaplah jadi pribadi yang mandiri untuk berkontribusi untuk umat. Jadilah magnet people. Biarkan uang yang mendatangi kita,” tuturnya di sela-sela acara. (Rinz Y.R)

Sabtu, 15 September 2018

Kompak Masyarakat Kota Pati Ikuti World CleanedUp Day di Pasar Puri

Jateng7. Pati - Gerakan Pungut Sampah Sedunia atau dikenal World CleanedUp Day yang diperingati hari ini (15/09) juga diselenggarakan di Kabupaten Pati.
Berlokasi di Pasar Puri Pati, even ini bertemakan Guyub Rukun Saiyeg Saeko Proyo Mujudake Pati Bebas Sampah.


Kegiatan WCD ini didasarkan pada UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pati Nomor 7 tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah serta surat Sekretaris Daerah Provinsi Jateng nomor 660.1/0013107 tentang dukungan kegiatan World CleanedUp Day 2018.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pati, Wakil Bupati, Kapolres, Forkompimda, OPD, Sekolah adiwiyata Kabupaten Pati, Karang Taruna, Saka Kalpataru, serta komunitas - komunitas di Kabupaten Pati. Kurang lebih 3.000 peserta mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk membersihkan sampah di area pasar Puri.

Bupati Pati Haryanto dalam kegiatan tersebut menyampaikan tujuan penyelenggaraan acara ini, yaitu mempersatukan masyarakat Kabupaten Pati dari berbagai latar belakang yang berbeda - beda untuk meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah di Pati.

Bupati mengatakan, kegiatan ini untuk menjawab tantangan bahwa masyarakat kabupaten Pati adalah masyarakat yang kompak dan peduli terhadap lingkungan.

"Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial saja, akan tetapi dapat menggerakkan masyarakat dari berbagai elemen bahwa sampah itu menjadi persoalan kita bersama.

Bahkan tidak hanya menjadi masalah di daerah namun juga masalah di dunia", jelas Bupati usai lakukan kegiatan pungut sampah.

Lanjut Bupati, hal ini begitu penting, karena jika di Pati saja dalam sehari petugas bersih - bersih tidak bekerja, sampah sudah pasti akan sangat berserakan.

Oleh karena itu, Bupati menghimbau agar masyarakat jangan mengandalkan petugas kebersihan yang ada saja, tetapi diri sendiri juga harus peduli.

"Oleh karena itu, kita adakan tempat sampah, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tujuannya adalah untuk menghimpun dan mengelola sampah", imbuhnya.

Ditambahkan oleh Bupati bahwa pemilihan lokasi kegiatan sudah pas, karena di tahun 2014, Pasar Puri pernah mendapat gelar sebagai Pasar Terbaik Nasional.

Menurutnya, kegiatan seperti jangan sebagai label saja, tapi juga implementasinya juga. Seperti di sekolah misalnya, yang saat ini sudah ada bank sampah.

"Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, kita gerakkan anak - anak kita,  jangan hanya seremonial, tetapi mari kita bersama - sama membantu membersihkan.

Mari bersama - sama semoga kegiatan ini menjadi contoh dan bagi dinas - dinas terkait agar saling bahu membahu menyelesaikan persoalan sampah yang ada di Kabupaten Pati, pungkasnya. ($.budi)

Jumat, 14 September 2018

Persiapan Haul Syekh Kholifah di Desa Ngepungrojo

Jateng7. Pati - Sebagai salah satu cara mengenang jaya leluhur adalah melakukan peringatan melalui kegiatan yang positip guna nguri-nguri dan mencontoh suri tauladan para leluhur yang telah berjasa besar terhadap keturunanya. 

Dok/jateng7.

Seperti yang akan dilaksanakan oleh pemerintah desa Ngepungrojo - Pati yang sedang melaksanakan koordinasi demi kelancaran acara haul Syekh Kholifah tahin 2018 dengan puncak acara karnaval yang akan dilaksanakan minggu (23/08)

Menurut Kepala Desa Ngepungrojo Yuyun Agustya, kegiatan haul kali ini dirasakan lebih meriah dibanding peringatan yang telah lalu. 

Hal tersebut dikarenakan persiapan dari panitia yang matang melalui rangkaian diskusi yang telah berlangsung seta dukungan dari seluruh masyarakat Ngepungrojo yang sangat antusias dengan ikut serta menghadirkan grup drum band, tongtek, seni kreasi serta lainya, bahkan satu rt ada yang mengeluarkan 2 tim pertunjukan.

Masih menurut Yuyun sapaan dari kepala desa Ngepungrojo, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunya dengan tujuan mempererat tali persaudaraan seluruh masyarakat desa Ngepungrojo. 

Namun demikian dalam pelaksanaan karnaval pihaknya menghimbau agar para pengunjung dan peserta tetap menjaga keamanan dan ketertiban masing-masing, untuk itu pihaknya akan bekerjasama dengan kepolisian, koramil dan pam swakarsa untuk menjaga acara berjalan lancar dan tetap kondusif.

Sedangkan menurut Sukardi selaku panitia kegiatan haul Syekh Kholifah 2018 kegiatanya  akan dilaksanakan mulai tanggal 11/09 sampai dengan 7/10 dengan rangkaian kegiatan tahlil umum (ibu-ibu), Tahtimul Qur'an Binadlor, Manaqib, Tahlil umum, Buka Slambu, Lelang Slambu, Jama'ah Rotib, Jamaah Berjanji, Festival Rebana Clasik, Karnaval, Lomba ibu-ibu PKK, Pengajian umum, Pentas seni, dan jalan sehat berhadiah dengan melibatkan para Kyai, Habaib dan seluruh masyarakat desa Ngepungrojo. (Andik)

Kamis, 13 September 2018

Serka Nur Kamid Bakti Kepada Ibu Pertiwi, Kerja Keras Bantu Warga Kesulitan Air

Jateng7. Pati - Kekeringan yang disebabkan musim kemarau, kembali melanda disejumlah daerah di wilayah Koramil 05/Jakenan. Salah satunya Desa Sonorejo Dukuh Ngasinan, Kec. Jakenan kabupaten Pati. Dampak dari kekeringan tersebut, menyebabkan tanah mengering dan tandus, sehingga berbagai tanamanpun mati.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, para warga hanya mengandalkan air sumur yang mulai menyusut airnya, itupun sebagian besar sumur warga sudah mulai mengering.

Tidak hanya itu, mereka juga harus bersabar karena banyaknya antrian warga yang membutuhkan air bersih, Kamis tgl (13/09/18).

Relawan dari BKK Kec. Jakenan Kab. Pati yang dipimpin langsung oleh Kepala BKK Jakenan Ratman menyalurkan bantuan air bersih satu tangki berisi 5000 liter untuk sumber kehidupan warga di Desa Sonorejo.

Dengan bantuan yang diberikan, diharapkan bisa membantu warga setempat untuk mendapatkan air bersih tanpa harus berlama-lama mengantri.

"Kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada BKK Kec. Jakenan. Semoga Allah melimpahkan harta dan keberkahan disetiap kehidupan para donatur. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ungkap Supadi, Kadus Ngasinan Desa Sonorejo.

Babinsa desa Sonorejo, Serka Nur Kamid yang membantu penyaluran bantuan air bersih mengatakan mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk keperluan sehari-hari. ($.roy)

Mas Adhi Tokoh Muda Penuh Talenta Dari Kota Jepara

Jateng7. Jepara - Tidak banyak orang yang berprofesi sebagai Advokat atau Pengacara dan Penasehat Hukum seperti H. Heni Purwadi, S.H. alias Sultan Hannan yang lebih akrab disapa dengan "Mas Adhi", Ia bisa disebut sebagai seorang organisatoris tulen, karena kiprahnya dalam bidang organisasi atau lembaga hukum sudah tidak diragukan lagi atau sudah sangat mendarah daging, Kamis tgl (13/09/18).

Dok/jateng7.

Pola pikirnya, kepedulian dan kesantunannya tersebut seakan menjadi ciri khas dan membuat "Mas Adhi" nama panggilan dari H. Heni Purwadi, S.H tersebut dikenal "Unik atau Nyentrik".

Dan sampai sekarang Ia masih tetap aktif untuk meluangkan sebagian waktunya terjun di organisasi, bahkan baru - baru ini, Ia telah menerima mandat untuk mengemban amanah sebagai Ketua DPC Assosiasi Advokat Indonesia (AAI) Muria Raya.

MAS ADHI adalah tokoh muda yang sangat menyukai organisasi bahkan setelah dilantik sebagai Ketua AAI Periode 2018 - 2022. Selanjutnya tak lama berselang, beliau juga dipercaya dalam Musyawarah Provinsi IARMI (Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia) Jawa Tengah untuk menerima amanah ikut berjuang dalam Kepengurusan di Biro Polhukam DPP IARMI Jawa Tengah pada Periode 2018 - 2022.

H. Heni Purwadi, S.H. alias Sultan Hannan yang sering disapa dengan "Mas Adhi" adalah sosok talenta muda yang terlahir di salah satu pinggiran kota Pati Bumi Mina Tani dari pasangan seorang ayah dan ibu kalangan biasa yang bekerja atau berkiprah di dunia pertanian dan perikanan.

Masa kecilnya Mas Adhi banyak di tempa dalam situasi kampung atau pedesaan sehingga sejak SD, SMP hingga SMA banyak menghabiskan waktunya sehari - hari sebagai anak petani dengan membantu orangtuanya dibidang pertanian dan perikanan.

Namun selanjutnya setelah berhasil lulus SMA, Ia kemudian meneruskan menggapai mimpi - mimpinya tersebut, dengan menimba ilmu dan kuliah di Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang, pada Jurusan Ilmu Hukum.

Semasa di bangku perkuliaahan tersebut, mas Adhi sangat suka dan aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan seperti BPM, Senat, Menwa, Bela Diri dan lain - lain, setelah lulus kuliah, ia mulai belajar bekerja dan magang di BKBH UNTAG Semarang dan LSM serta aktif pula di banyak organisasi yang hasilnya tentu banyak sekali, yaitu Ilmu dan pengalaman serta jaringan kerja yang telah dikantonginya.

Maka pada tahun 2000 atau sesudah lulus ujian Advokat tersebut, selanjutnya beliau banyak mengabdi di LBH, Ormas dan LSM serta aktif sebagai Advokat PERADI, akhirnya pada tahun 2006 memberanikan diri untuk mendirikan LSM dan beberapa LBH di Kota Pati, Kudus dan Kota Jepara.

Setelah sekian lama merintis di LBH tersebut, Ia mulai mencoba dunia politik dan Ia memilih bergabung ke Patai Demokrat karena merasa suka dan cocok serta kagum dengan sosok mantan Presiden RI pada saat itu yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Karier politiknya tersebut, ia mulai dan awali menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat pada tahun 2014 di Kabupaten Jepara tapi gagal terpilih, lalu pada tahun 2018 mendapat amanah sebagai Ketua bidang Hukum DPC Partai Demokrat Jepara.

Sehingga pada pemilu legislatif 2019 - 2023, beliau berusaha mencoba lagi peruntungannya untuk terjun dan bertarung menjadi calon legislatif di tingkat Provinsi Jawa Tengah yaitu di Dapil Jateng 3 untuk daerah pemilihan Jepara, Kudus dan Demak, dan beliau berharap semoga masyarakat Jepara, Kudus dan Demak mau memberikan suara untuk dirinya.

Mas ADHI adalah sosok pribadi yang flamboyan dan unik sehingga banyak mengundang pro dan kotra serta sering mendapat banyak tanggapan atau kritikan dari kawan atau lawannya karena sikapnya yang cerdas, tegas dan sulit untuk dipengaruhi.

Mas Adhi mempunyai motto dalam hidupnya, yaitu "Melayani Sepenuh Hati" dan lebih identik dengan slogan PAS yaitu Peduli, Amanah dan Santun.

Dan kata - kata yang sering terlontar atau diucapkan disetiap acara rapat, diskusi atau kumpul bareng adalah "Jangan bekerja hanya semata - mata karena uang, karena jika kita hanya berpikir tentang uang, maka kita akan terkekang, tidak tenang, tidak akan dikenang dan akan mudah tumbang". (Tim/Red)

IRMAS Gelar Pengajian Akbar Sambut Tahun Baru Muharam 1440 H

Jateng7. Pati - Bertempat di dukuh Ngawen desa Sukolilo Pati tepat pada pukul 20.00 WIB telah diadakan pengajian umum yang diprakarsai oleh Ipang atau ikatan remaja masjid yang diketuai oleh saudara Ruswanto SPd yang di dukung penuh oleh Banser, Ansor dan MWC majelis musyawarah cabang.

Diiringi rebana Shohibul Al Hidayah dari desa Pesagi Kayen di halaman masjid Sholihiyyah dukuh Jembangan Ngawen turut desa Sukolilo, Tahlil umum oleh saudara Mas'ud Junaedi Al Habib dan santunan anak yatim-piatu dipimpin oleh saudara Edi Proyek.

Pengajian Akbar menyambut tahun baru Hijriyah 1440 pemuda dukuh Jembangan Ngawen desa Sukolilo, acara pengajian terselenggara berkat keputusan hijrah irmas atau lebih dikenal dengan ipang remaja masjid Sholihiyah.

Dalam cara tersebut juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan pemberian tali asih kepada TPQ Hikamul Furqon. Acara pengajian Akbar tersebut di isi pembicara oleh Romo Kyai Ahmad Nuryanto SPd dari Tambakromo Pati.

Keputusan hijrah pemuda dukuh Ngawen memberikan kebanggaan orang tua mereka dan warga dukuh ngawen, pada dulunya pemuda Ipang senang sekali hobi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat dan cenderung pemborosan yang sering menimbulkan efek merusak bagi mental dan jiwa Ipang comunity, seperti mabuk-mabukan, berkelahi atau tawuran antar pemuda menjadi kebiasaan yang mengakar kuat pada saat itu.

Momentum pergantian tahun baru Islam membuat pemuda menjadi sadar diri atas kegiatan kurang bermanfaat selama ini yang mereka lakukan.

Dengan tekad hijrah pemuda tersebut membuat orang tua merasa bangga atas keputusan yang diambil anak anak mereka.

Tokoh pemuda yang memberikan pengaruh terhadap komunitas Ipang adalah seorang figur sederhana bernama Rusmanto S.pd yang sehari-hari bekerja sebagai pengajar disekolah dan juga pemilik usaha air isi ulang Tazkiyya.

Berawal keinginan hijrah  para pemuda menemui Rusmanto agar bisa diberikan bimbingan untuk menjadi pemuda yang lebih baik dan bermanfaat dilingkungan masyarakat khususnya di dukuh Ngawen Sukolilo Pati.

Kemudian terjadilah mufakat antar pemuda, kegiatan apakah yang layak untuk mengawali niat tulus hijrah para pemuda. Sehingga munculah gagasan untuk mengadakan acara pengajian Akbar yang sudah bertahun-tahun tidak dilaksanakan, momentumnya sangat pas bertepatan dengan tahun baru Islam Hijriyah atau hijrah.

Setelah musyawarah pertama sepakat kemudian musyawarah berikutnya dihasilkan keputusan untuk kegiatan santunan bagi anak yatim piatu dan juga tali asih dari TPQ Hikamul Furqon.

Niat hijrah pemuda dukuh Ngawen juga mendapatkan tanggapan positif dari pengurus Ansor dan BANSER kecamatan Sukolilo, sehingga Banser kecamatan Sukolilo hadir untuk membantu dan menjaga keamanan pengajian Akbar Pemuda dukuh Jembangan Ngawen Sukolilo.

Harapan ketua panitia Rusmanto S.Pd, semoga niat hijrah para pemuda untuk menuju kebaikan selalu terjaga dengan ikhlas, walaupun berat namun niat tulus dan sabar akan selalu menuai amal kebajikan, sehingga anggapan buruk bagi pemuda dukuh Ngawen Sukolilo bisa ditepis dan terkikis pelan tapi pasti.

Dan kedepan acara pengajian bisa selalu terselenggara secara rutin setiap tahunnya dan menjadikan niat hijrah dari Ipang komunity menjadi IRMAS atau ipang remaja masjid yang sholeh dan baik hati.

Dan terpenting dari kegiatan pengajian ini adalah pemuda dukuh jembangan Ngawen Sukolilo bersatu dan mempererat tali silaturahmi untuk saling berbagi kasih dengan sesama, menebarkan bunga kasih sayang kepada kaum dhuafa maupun anak yatim-piatu. ($.roy)

Selasa, 11 September 2018

Pelantikan dan Pengukuhan Anggota Sako Pramuka FWP Dihadiri Oleh Kapolres Pati

Jateng7. Pati - Sebanyak 75 anggota Sako Pramuka Penegak Forum Wartawan Pati (SPPFWP) dikukuhkan, tepat tanggal 1 Muharam 1440 H atau malam 1 Suro. Senin (10/09/18).

Dok/Jateng7.

Kegiatan ini dilaksanakan setelah melalui penggemblengan oleh para wartawan dan pembina pramuka mahir.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidyawati, SIK, MSi dalam salah satu dari rangkaian kegiatan tersebut memberikan wejangan sosialisasi tentang bahaya penggunaan narkoba dan kenakalan remaja yang saat ini sudah masuk ke dunia pendidikan dan ini yang harus dicegah dan ditanggulangi.

Acara tersebut dihadiri Danramil Margorejo Kapten Inf Sriyanto, Waka Polsek Margorejo Iptu Mulyono, SH dengan didampingi Kanit Binmas Ipda Edy Budiarto, Kanit Intelkam Ipda Achmad Soleh dan Kanit Sabhara Ipda Warsono, Ketua Forum Wartawan Pati Alman Eko Darmo beserta anggota forum wartawan Pati dan Kasubbag Humas Polres Pati Iptu Agung Suhariyono, SH.

Kapolres Pati melalui Kasubbag Humas Iptu Agung Suhariyono, SH mengatakan dilaksanakannya agenda ini merupakan hasil penggalangan Polsek Margorejo kepada Forum Wartawan Pati yang tergabung dalam Sako (Satuan anggota Komunitas) yang pada finalnya melaksanakan pengukuhan Pramuka Penegak Forum Wartawan Pati.

Dipilihnya tanggal tersebut, menurut salah seorang pembinanya sekaligus sekretaris pimpinan Sako Muhammad Khoirul Anam merupakan hari yang baik dan akan mudah diingat karena kegiatan ini akan dicatat dalam sejarah kepramukaan sebagai awal berdirinya Sako Wartawan di Kwarcab Pati bahkan satu-satunya di Indonesia.

Peserta yang hadir dalam kegiatan pengukuhan tersebut berasal dari pangkalan MA Mazroatul Ulum Suwaduk, SMK Farming Pati, MA Khoiriyah Gembong dan SMK Tunas harapan Pati. Disela-sela agenda tersebut juga telah dilaksanakan Ikrar Pemilu Damai oleh para Pramuka Penegak.

Dan patut menjadi contoh para pejabat di negeri ini, walaupun tanpa undangan resmi karena acara yang mendadak hanya via telepon Kapolres Pati yang dihubungi langsung oleh ketua FWP Alman Eko Darmo bahkan langsung menerima undangan tersebut, untuk mengisi materi yang ada tentang bahaya narkoba kepada adik adik pangkalan Sako Pramuka FWP.

Dengan resmi dilantiknya anggota Sako Pramuka FWP ini akan menambah wawasan dan agenda yang selama ini sudah berjalan kepada anggota baru.

Untuk agenda saat ini adalah gerakan OTAP atau orang tua asuh pohon untuk melestarikan tanaman - tanaman langka juga pelestarian lingkungan hidup yang akan segera lhounching pada bulan Oktober depan nantinya. (Andik)

Desa Pasucen Gelar Pawai Karnaval Peringati Haul Syekh Suro Padi dan Sambut Tahun Baru 1 Muharam 1440 H

Jateng7. Pati - Dalam rangka menyambut tahun bari 1 Muharam 1440 H/1Suro Pemerintah Desa beserta warga selenggarakan pawai secara meriah. Selain memperingati tahun baru hijriyah kegiatan ini dilakukan dalam rangka Haul Syeh Suro Padi yang merupakan tokoh perintis berdirinya Desa Pasucen.

Dok/jateng7.

Menurut Kepala Desa Pasucen Ikhwan Rosadi kegiatan pawai seperti yang dilaksanakan tanggal 11/9 merupakan agenda tahunan.

Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah seluruh perangkat desa, 3 lembaga pendidikan yang ada di pasucen yaitu yayasan Mathaliul Huda, Misbahul Ulum, dan Lutful Ulum, serta dari pihak RT dan RW.

Sedangkan disinggung sumber dana masih menurut Ikhwan Rosadi untuk pendanaan berasal dari masyarakat dan ada subsidi yang bersumber dari Pemerintah Desa.

Selain untuk menyambut tahun baru Hijriah dan haul Syeh Suro Padi kegiatan ini bertujuan untuk menpererat kerukunan masyarakat terutama pada tahun politik yang yang harus tetap dijaga kekondusifanya demi kerukunan bersama.

Namun Alhamdulilah desa pasucen merupakan salah satu desa yang paling kondusif di kecamatan Trangkil karena kesadaran para warga yang tetap menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, " ujar Ikhwan Rosidi. (Andik)

Minggu, 09 September 2018

Langgar Bu Patmi Tokoh Pejuang Gunung Kendeng Resmi Didirikan

Jateng7. Pati - Bertempat di Monumen Patmi Kendeng Desa Larangan RT 03 RW 01 Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, tepat pada pukul 20.30 WIB Pelda Sukarno Bati Wanwil Koramil 20 Tambakromo bersama Babinsa hadiri pengajian umum dalam rangka peresmian Langgar Patmi Kendeng, Sabtu tgl (08/09/18).

Dok/jateng7.

Hadir dalam giat tersebut, Katib am PBNU dan anggota Wantimpres KH. Yahya Kholil Staquf, Jaringan Gusdurian (putri mantan Presiden Gusdurian) Allisa Wahid, Ketua PBNU KH. Imam Aziz, Kades Larangan Suko, Tokoh JMPPK Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Gurino, Gunarti, Kelompok JMPPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng), LBH Semarang Zaenal Arifin, Gus Yahya dari Purwodadi, Mbah Susilo Toer adik dari Pramudya Ananta Toer (penulis ternama Indonesia).

Dalam sambutan Ketua panitia Bambang Sutikno mengatakan, bahwa rencana pembangunan langgar berawal dari keinginan almarhumah ibu Patmi sebelum meninggal dunia, sehingga setelah meninggal dunia dilanjut pembangunannya oleh keluarga yang dibantu kelompok JMPPK," ujarnya.

Usai acara pengajian dilanjutkan  rembugan dipimpin oleh Maya dari Jepara dengan tema "Perspektif islam dalam rahmatan lil alamin terhadap personal lingkungan, yang diselingi dengan menabuh lesung oleh grup rebana kartini kendeng.

Adapun dalam sambutannya KH. Imam Azis selaku Ketua PBNU mengatakan bahwa kerusakan pegunungan kendeng dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam yang tidak kita duga seperti tanah longsor ataupun banjir bah yang datang setiap musim hujan tiba.

Berdirinya langgar berfungsi untuk menyatukan seluruh lapisan masyarakat sebagai tempat untuk untuk menghayubagyo kepada sesama dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan umat khususnya umat Islam," ungkapnya.

Rangkaian acara ditutup dengan Peresmian Langgar Patmi kendeng oleh K.H. Imam Aziz yang disaksikan seluruh hadirin dan segenap tamu undangan juga masyarakat setempat yang selalu empati dengan perjuangan bu Patmi tokoh perjuangan gunung kendeng ini. ($.Wn)

Sabtu, 08 September 2018

Kemah Bhakti ke IV MTs Sultan Agung di Bumi Perkemahan Wonosoco Kudus

Jateng7. Pati - Berbagai cara dapat dilakukan dalam menyambut HUT Pramuka yang ke 57 salah satunya dilakukan oleh anggota pramuka penggalang yang berpangkalan di MTs Sultan Agung Sukolilo mengadakan kemah bakti di kawasan perkemahan Wonosoco Kec. Undaan Kudus pada tanggal 2-4 Agustus silam.

Dok/jateng7.

Menurut pembinanya kak Ahmad Darmaji kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sekali dengan melibatkan seluruh anggota pramuka yang bersangkutan serta para pembina pangkalan, selain itu kegiatan ini juga didukung penuh oleh unsur pimpinan Madrasah.

Tujuan dari diadakan kegiatan kemah bakti ini adalah untuk membentuk karakter adik-adik anggota pramuka agar dapat mengamalkan satya darma seutuhnya serta bersosialisasi dengan lingkungan secara baik sehingga akan muncul tunas-tunas muda yang berkarakter kuat demi pembangunan bangsa yang utuh baik jasmani maupun rohani," ujar kak Ahmad Darmaji.

Kedepannya agenda kegiatan ini dapat diagendakan setiap tahunnya bahwa pengkaderannya harus terus ditingkatkan secara konsisten dan periodik dengan materi kepanduan yang lebih luas agar bisa menambah wawasan kepramukaan, semoga apa yang telah dilaksanakan kemah bakti bisa memetik hikmah dari semua unsur nilai-nilai Budi Pekerti yang luhur dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Andik)

Peringati Lebaran Haji 1439 H Yayasan Mazro'atul Ulum Qurban Kerbau dan Kambing

Jateng7. Pati - Berqurban merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilakukan umat Muslim dalam menperingati Hari Raya Idul Adha. Sama halnya yang rutin dilakukan di Indinesia, qurban biasa dilaksanakan di Masjid, Mushola, Instansi pemerintah dan swasta, serta di lingkungan sekolah.

Dok/jateng7.

Kegiatan qurban juga dilaksanakan oleh Yayasan Mazro'atul Ulum suatu yayasan yang membawahi bidang Masjid, Pendidikan, dan Muamalah yang berlokasi di Desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa - Pati. 

Qurban kali ini di laksanakan di lingkungan Madrasah Mazro'atul Ulum yang dihadiri pengurus yayasan, kepala sekolah dan staf pengajar serta para siswanya.

Menurut H. Ansori Latif, S.PdI, M.Pd selaku ketua yayasan, untuk qurban pada tahun ini dapat memotong 1 ekor kerbau dan 1 ekor kambing sebagai bahan latihan qurban untuk para siswa. 

Sumber dana untuk pengadaan hewan qurban berasal dari iuran para guru yang bersangkutan ujar beliau.

Pelaksanaan qurban di lingkungan Mazro'atul ulum ini akan menjadi agendan rutin tahunan dan semoga kedepanya jumlah hewan qurban akan bertambah banyak dengan dukungan dari wali murid dan masyarakat sekitar masih tutur dari ketua yayasan. 

Untuk pembagian daging qurban akan difokuskan kepada para siswa, namun apabila ada kelebihan akan diaampaikan ke warga sekitar. (Andik)

Related Post

.