Tampilkan postingan dengan label Hukrim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukrim. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Maret 2019

Perampasan HP Oleh Orang Tidak Dikenal di Warung Mie Ayam Puri Cukup Meresahkan

Jateng7. Pati - Suasana kota Pati setelah mendapatkan piagam Adipura semakin bersih dan nyaman untuk dinikmati para pengguna jalan, baik para pengunjung dari luar kota yang ingin menikmati sajian kuliner khas Pati maupun yang sekedar transit untuk melihat suasana kota Pati menjelang malam hari tiba, Minggu tgl (03/03/19).

Korban Anggi yang masih shock.

Hal inilah yang akhirnya kabupaten Pati yang ada di garis Pantura selalu ramai dengan aneka macam kegiatan baik dikomunitas raider, kalangan anak muda maupun para sesepuh komunitas motor ataupun mobil lainnya yang selalu ramai akan kegiatan dimalam hari dengan suasana kerlap kerlip lampu kota.

Namun pada akhir akhir ini telah terjadi tindakan kriminal yang cukup tinggi, setelah cukup sukses Polres Pati membekuk kawanan begal/curanmor dan berhasil mengamankan 35 kendaraan roda dua yang berhasil disita dari sindikat tersebut.

Naasnya pada pagi dini hari tepat pada pukul 03.40 WIB seorang pekerja wanita sebut saja Anggi (asal kudus) yang baru saja mengantarkan temannya disalah satu dekat halte puri depan SMPN 04 Pati telah terjadi perampasan HP Oppo F9 oleh seorang pengendara sepeda motor yang saat itu sedang nongkrong di warung mie ayam/baso turut desa Puri.

Kronologis kejadian berlangsung sangat cepat karena merasa diawasi oleh kedua orang tersebut saat mengantar temannya di warung mie ayam dan karena ketakutan akhirnya korban Anggi (27thn) lari ke dalam mobil dalam keadaan masih shock, selang beberapa saat salah satu oknum tersebut mengambil HP yang tertinggal di warung mie ayam tersebut, dengan langkah gemetar korban yang lari kedalam mobil Brio warna merah hati mengawasi orang tidak dikenal yang disinyalir sering nongkrong di dekat warung dan korban langsung pulang ke Kudus (rumah) dalam keadaan was was.

Sangat disayangkan akan kejadian tersebut bukan masalah materi atau HP yang baru saja dibelinya, namun keadaan kota Pati yang sudah kondusif ini jangan sampai tercederai oleh oknum tidak dikenal yang akhirnya bisa mengakibatkan tindakan kriminal lainnya dan berkembang dengan resiko yang lebih tinggi. ($.wijaya)

Sabtu, 08 September 2018

Sesosok Mayat Ditemukan di Temukan di Hutan Lamin Setelah Hilang Selama 15 Hari

Jateng7. Pati - Seorang kakek ditemukan tewas di kawasan hutan Lamin petak 136 RPH Regaloh BPKH Regaloh KPH Pati, turut Desa Regaloh Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati Jawa Tengah.

Kakek yang diketahui bernama Dari Bin Karto Saman (75), warga desa Regaloh itu ditemukan meninggal dunia oleh anaknya sendiri Suwondo al Ndondo bin dari warga desa jimbaran Kecamatan Margorejo Pati pada jumat (7/9), sekitar pukul 19.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, Kejadian bermula ketika Suwondo bersama keluarganya yang resah lantaran ayahnya yang sejak pertengahan agustus lalu belum juga pulang, sehingga ada niat Suwondo untuk mencari korban yang kebiasaan meninggalkan rumah dengan berjalan di sekitar hutan lamin, ternyata firasat yang membawa Suwondo hingga menemukan ayahnya yang sudah tergeletak tak bernyawa dengan posisi tubuh yang sudah mulai membusuk di sekitar hutan lamin.

Suwondo sendiri mengenali mayat ayahnya dari pakaian korban dan tongkat (kreg) milik korban yang dibawa. Mengetahui hal tersebut, kemudian ia langsung menghubungi Sunarto alias Lasto bin Yakub, dan selanjutnya keduanya melaporkan ke Polsek Tlogowungu.

Mendapat laporan tersebut, dari Polsek Tlogowungu langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk dilalukan visum.

Dari hasil visum menyebutkan bahwa korban sudah sekitar 2 minggu meninggal dunia, sehingga kondisinya sudah membusuk.

"Dari tubuh korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan," ungkap salah satu anggota Polsek Tlogowungu.

Ditambahkan, dari keterangan keluarga korban, bahwa korban memiliki riwayat sakit komplikasi menahun, dan korban juga sudah meninggalkan rumah sejak kurang lebih pertengahan bulan Agustus.

"Pihak keluarga telah menerimakan kejadian tersebut dengan membuat surat pernyataan. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk diselamatkan, " tambahnya. ($.bayu)

Related Post

.