Minggu, 03 Maret 2019

Ajaran Sedulur Wong Samin, Budaya Leluhur Kapitayan Orang Jawa

Jateng7. Sejarah - Ajaran Wong samin sikep "mbancik agama adam" adalah bentuk pengakuan dalam pemahaman saminisme, "wonge sikep agomone adam".
Masyarakat umum menyebutnya WONG SAMIN, sebagian juga menyebutnya sedulur SIKEP.

Wong Samin ; Mbancik agama Adam sebagai ajaran leluhur.

Wong samin, menurut ajaran sikep adalah, "sami-sami" atau sama yang diartikan "saudara sebagai manusia saya juga manusia", "saudara sebagai makhluk, saya juga makhluk".

Seperti itulah pengertiannya dalam bahasa wong samin atau sikep. Sedulur sikep atau Wong Samin menjunjung tinggi "roso paseduluran, gotong royong tanpo nyawang kowe sopo lan agamamu opo kabeh kuwi sedulur yen gelem di'daku mergo kabeh jejere manungso iku nglakoni sing jenenge "SIKEP" yen gelem NGAKONI.

Baik, wong samin atau sedulur sikep itu hanya sebutan dari masyarakat diluar komunitas sikep saja, yang dijadikan PENGAKUAN dalam ajaran sikep adalah Wong sikep mbancik agama adam. Apakah ini ajaran Hindu.....? BUKAN....!!!

Ajaran asli Nusantara terdahulu yang masih terekam pada Saminisme bukan Hindu dan bukan Animisme atau Dinamisme, itu hanya LABELING barat saja.

Paham dan dasar Saminisme ini sudah ada terlebih dahulu sebelum ajaran yang bernama AGAMA ada di muka bumi. 

Banyak terekam dalam budaya asli Nusantara misalnya Kapitayan, Sundawiwitan, Marapu, Aluktodola, Kaharingan, Tolotang, Tengger, Bali dan lainnya.

Lanjut tentang SAMIN, orang diluar komunitas sikep mengkelompokkan wong samin sikep menjadi 4 bagian ;

1. Samin amping-amping : Orang yang mengaku samin tapi prilakunya tidak seperti samin.

2. Samin sangkak : Orang samin yang prilakunya sangkak, misal jika ditanya "ape neng ndi lur..? dijawab "ape meng'arep!" ditanya "teko ngendi lur...? dijawab "teko mburi!".

3. Samin sumoroto : Orang samin ini lebih terbuka terhadap orang diluar komunitas samin.

4. Samin dlejet : Orang samin yang kukuk menjaga tradisi samin, orang samin ini agak tertutup dengan orang diluar komunitas.

Itu adalah penilaian orang diluar komunitas sedangkan Wong Samin atau SIKEP mempunyai prinsip sendiri. 

Bahwa "Ajaran iku ninggal nggowo, endi sing ditinggal endi singdigowo kudu biso dimangerteni, sebab iki wes tatanan jowo kudune MAPAH GEDANG".

Nyandang penganggo belang blonteng, batik lurik abang ijo kuning putih ireng sing penting bener pengucape, becik kelakuane", "iku sing bakal dadi". Yang lebih penting dan menarik adalah kata :" 

Mbancik Agama Adam ""ADAM" Kata ini banyak terdapat pada ajaran asli Nusantara terdahulu yang masih terekam jejak sejarah hingga sekarang ini.

AGAMA KAPITAYAN, dalam keyakinan penganut kapitayan di Jawa, leluhur yang pertama kali dikenal sebagai penganjur Kapitayan adalah Danghyang Semar
manusia, pertama yang di turunkan ke dunia sesudah Adam.

Dalam kitab kuno Pramayoga dan Pustakaraja Purwa Silsilah Nabi Adam sampai Danghyang semar dijelaskan sebagai berikut ; Nabi Adam => Nabi Syis => Anwas dan Anwar => Hyang Nur Rasa => Hyang Wenang => Hyang Tunggal => Hyang Ismaya => Wungkuhan =>.

Smarasanta (Semar) hampir di setiap ajaran asli Nusantara terekam tentang ADAM, dari mana mereka tahu dan paham tentang manusia pertama, siapa yang mengajarkan nya....? Tentulah sebuah peradaban yang sudah sangat maju.

Mari kita lanjut tentang Kapitayan jawa, ini bukan HINDU, dalam keyakinan penganut Kapitayan, leluhur yang pertama kali sebagai penyebar Kapitayan adalah Dang Hyang Semar putera Sang Hyang Wungkuham keturunan Sang Hyang Ismaya.

Yang mengungsi ke Nusantara bersama saudaranya Sang Hantaga (Togog) akibat banjir besar di Negara asalnya dan akhirnya Semar tinggal di Jawa dan Togog di luar Jawa.

Sedangkan saudaranya yang lain yaitu Sang Hyang Manikmaya, menjadi penguasa alam ghaib kediaman para leluhur yang disebut Ka-Hyang-an.

Secara sederhana, Kapitayan dapat digambarkan sebagai suatu ajaran yang memuja sembahan utama yang disebut Sanghyang Taya yang bermakna hampa, kosong, suwung, awang uwung.

Suwung, Moksa, Fana, Manunggaling kawula marang Gusti, Taya bermakna yang absolute, yang tidak bisa dipikirkan dan dibayang bayangkan, tidak bisa didekati dengan panca indera.

Dasar pemahaman ini adalah membuktikan bahwa ajaran Kapitayan mengenal Tuhan yang maha Tunggal, ini bukan Animisme atau Dinamisme.

Orang jawa kuno mendefinisikan Sanghyang Taya dalam satu kalimat"Tan kena Kinaya Ngapa" yang artinya tidak bisa diapa-apakan keberadaan-Nya. Kata Taya bermakna tidak ada tapi ada, ada tetapi tidak ada.

Untuk itu agar bisa dikenal dan disembah manusia, Sanghyang Taya digambarkan mempribadi dalam nama dan sifat yang disebut Tu atau To,Yang bermakna seutas benang, daya ghaib yang bersifat Adikodrati.

Tu atau To adalah tunggal dalam dzat, Satu pribadi. Tu Lazim disebut Sanghyang Tu-nggal, Dia memiliki dua sifat, yaitu kebaikan dan ke-tidak baikan. Tu yang bersifat baik disebut Tu-han dengan nama Sanghyang Wenang.

Bentuk kontemplasi spiritual untuk mencapai kesempurnaan tampil pada arca orang duduk bersila di Borobudur, ini bukan patung Buddha. Tu yang bersifat tidak baik disebut han-Tu dengan nama Sang Manikmaya.

Baik Sanghyang Wenang dan Sang Manikmaya adalah sifat saja dari sanghyang Tunggal yang Ghaib. 

Oleh karena Sanghyang Tunggal dengan dua sifat utamanya itu bersifat ghaib, untuk memujanya dibutuhkan sarana yang bisa didekati oleh panca indera dan alam pikiran manusia.

Ajaran ini sudah ada terlebih dahulu sebelum ajaran yang bernama AGAMA ada di muka bumi, ajaran Kapitayan adalah ajaran yang masih merekam peradaban luhur Nusantara.

Begitu juga Tengger, Baduy, Kaharingan, Aluk to dololo, Marapu, Samin, Bali dan lainnya ini semua bukan Hindu, Bukan Animisme dan Dinamisme.

Tidak menyembah roh nenek moyang atau ruh yang berada di gua dan gunung...,Tidak...!!!

Ajaran asli Nusantara terdahulu lah yang mendasari ajaran yg tumbuh di india. Pada masa peradaban Lemuria surut sekitar 75.000 SM, kemudian peradaban Atlantis (yang hilang), Sekitar thn 5.000 SM, yang semua peradaban maju terdahulu itu berpusat di Nusantara, terekam dalam jejak (manuskrip) berita Ramayana dan Mahabarata. ($.wijaya)

Perampasan HP Oleh Orang Tidak Dikenal di Warung Mie Ayam Puri Cukup Meresahkan

Jateng7. Pati - Suasana kota Pati setelah mendapatkan piagam Adipura semakin bersih dan nyaman untuk dinikmati para pengguna jalan, baik para pengunjung dari luar kota yang ingin menikmati sajian kuliner khas Pati maupun yang sekedar transit untuk melihat suasana kota Pati menjelang malam hari tiba, Minggu tgl (03/03/19).

Korban Anggi yang masih shock.

Hal inilah yang akhirnya kabupaten Pati yang ada di garis Pantura selalu ramai dengan aneka macam kegiatan baik dikomunitas raider, kalangan anak muda maupun para sesepuh komunitas motor ataupun mobil lainnya yang selalu ramai akan kegiatan dimalam hari dengan suasana kerlap kerlip lampu kota.

Namun pada akhir akhir ini telah terjadi tindakan kriminal yang cukup tinggi, setelah cukup sukses Polres Pati membekuk kawanan begal/curanmor dan berhasil mengamankan 35 kendaraan roda dua yang berhasil disita dari sindikat tersebut.

Naasnya pada pagi dini hari tepat pada pukul 03.40 WIB seorang pekerja wanita sebut saja Anggi (asal kudus) yang baru saja mengantarkan temannya disalah satu dekat halte puri depan SMPN 04 Pati telah terjadi perampasan HP Oppo F9 oleh seorang pengendara sepeda motor yang saat itu sedang nongkrong di warung mie ayam/baso turut desa Puri.

Kronologis kejadian berlangsung sangat cepat karena merasa diawasi oleh kedua orang tersebut saat mengantar temannya di warung mie ayam dan karena ketakutan akhirnya korban Anggi (27thn) lari ke dalam mobil dalam keadaan masih shock, selang beberapa saat salah satu oknum tersebut mengambil HP yang tertinggal di warung mie ayam tersebut, dengan langkah gemetar korban yang lari kedalam mobil Brio warna merah hati mengawasi orang tidak dikenal yang disinyalir sering nongkrong di dekat warung dan korban langsung pulang ke Kudus (rumah) dalam keadaan was was.

Sangat disayangkan akan kejadian tersebut bukan masalah materi atau HP yang baru saja dibelinya, namun keadaan kota Pati yang sudah kondusif ini jangan sampai tercederai oleh oknum tidak dikenal yang akhirnya bisa mengakibatkan tindakan kriminal lainnya dan berkembang dengan resiko yang lebih tinggi. ($.wijaya)

Misteri SMAN 02 Pati, Aroma Mistis Sang Ratu Dewi Ayu Safitri Menebar Maut

Jateng7. Pati - Misteri SMAN 02 Pati menyimpan banyak misteri yang tersembunyi, sejak berdiri pada dekade awal tahun 1970 SMAN 02 Pati menjadi favorit pilihan rujukan anak anak SMP yang ingin melanjutkan ke sekolah tingkat atas atau SMU, Jum'at tgl (01/03/19).

Hawa mistis yang menyelimuti area sekolah di SMAN 02 Pati.

Hingga kini para murid murid lulusan SMAN 02 Pati telah banyak mengisi formasi tata pemerintahan di kabupaten Pati, baik sebagai pegawai negeri, guru maupun wirausaha, jaksa, politikus dan lain sebagainya.

Banyak fenomena dalam kehidupan di dalam sekolahan tersebut yang hingga kini masih tersimpan dan tertutup rapat baik dikalangan para pelajar maupun para pengajar yang ada sekarang ini.

Tidak banyak yang tahu bahwa hampir setiap tahun para siswa atau siswi yang yang menuntut ilmu disitu meninggal dunia dikarenakan sawab keganasan dari Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri penguasa kerajaan gaib yang ada di area dalam gedung sekolahan tersebut terutama gedung "Sasana Langen Suka" aula tempat olahraga atau pertemuan.

Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri adalah seorang ratu ghoib yang mempunyai banyak pasukan kerajaan yang mendiami area khusus sekolah SMAN 02 Pati.

Hal inilah yang hampir tidak pernah terungkap oleh orang awam bahwa tumbal yang berupa nyawa seorang siswa atau siswi terus kehilangan nyawanya tanpa ampun sebagai tumbal kerajaan ghaib tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap acara baik caraka malam yang diadakan oleh Pramuka pasti ada bakar dupa disepanjang acara, pernah ada kejadian siswa siswi kesurupan masal pada waktu itu.

Dan hampir dipastikan kenapa yang menjadi korban di kelas XII IPA 1 dan XII IPS III hingga mayoritas siswa yang meninggal hingga kini.

Apakah kelas tersebut telah menjadi syarat tumbal dari sang Ratu ghoib atau ada kelas yang lainnya yang belum terungkap selama ini.

Pasar ghoib atau pasar setan yang terletak dilapangan basket, setiap menjelang sore hari setelah maghrib selalu ada aktifitas yang selalu ramai dengan segala macam hiruk pikuk para penghuninya, baik pasar malam maupun hiburan Gending Jawa dengan aroma mistis yang ada.

Dan satu hal ada yang unik di depan laboratorium kimia, ada sosok patung Ganesha yang selalu menatap tajam kebarat menarik untuk dicermati bahwa disitu ada hal masih menyimpan misteri besar selama ini.

Pada waktu itu seorang pelajar siswi bernama Novita (samaran) hampir menjadi korban keganasan sang Kanjeng Ratu Dewi Ayu Safitri, sempat koma hampir satu bulan di rumah sakit Mardi Rahayu Kudus pada waktu itu masih kepala sekolah Drs. Sutowo dan wakil kepala sekolah Budi Sulistyo almarhum.

Kondisi pada waktu itu sang siswi sempat dibawa ke kerajaan ghoib dan disandera sukma'nya hingga berminggu-minggu koma tak berdaya tak sadarkan diri dirumah sakit, yang akhirnya sempat terjadi perlawanan dengan sang Ratu oleh satu sosok (misterius) yang menolong korban hingga berhari hari saling serang laga yang melelahkan hampir memporak-porandakan kerajaan tersebut, selesai pertarungan yang hebat dan akhirnya selamatlah sang siswi (Novita) terlepas dari maut.

Korban korban yang mulai berjatuhan setiap tahunnya menjadi tumbal keangkeran sekolah SMAN 02 Pati Sang Ratu telah memilih calon calon korban (tumbal) yang akan datang, yang satu gugur kan bertumbangan silih berganti menjemput ajalnya.

Dilihat dari sudut ilmu metafisika sangat menarik untuk dicermati apakah ada hubungan hubungan secara non fisik selama ini, bau anyir darah, mayat hidup bahkan bau menyengat berupa kembang kuburan kadang sebagai pengantar saat pelajaran dimulai.

Tabir hitam yang menyelimuti area sekolah menjadi fenomena selama ini, suara gemericik kereta kencana sang ratu dengan pakaian khas kerajaan dan ribuan pasukan (prajurit) yang mengiringi selalu mengintai maut para pelajar yang ada dalam cengkeraman sang sang ratu.

Tidak bisa dipungkiri para pemangku jabatan baik kepala sekolah maupun staf pengajar telah melakukan tugasnya dengan baik, namun apakah ada solusi yang tepat guna yang telah dilakukan selama ini dengan cara ruwatan (doa bersama) secara menyeluruh agar tidak jatuh korban kembali.

Mengapa fenomena ini berlangsung secara terus menerus jangan sampai dunia pendidikan khususnya di SMAN 02 Pati kembali berduka kehilangan nyawa putra putri terbaiknya, sebagai harapan masa depan keluarganya ataupun sebagai penerus (tulang punggung) kehidupan berbangsa dan bernegara ini. (bersambung)

Rabu, 20 Februari 2019

Reuni Lintas Yudha Keluarga Besar Alumni Resimen Mahasiswa 907 UNTAG Semarang

Jateng7. Semarang - Keluarga besar alumni Resimen Mahasiswa 907 UNTAG Semarang, yaitu dikomandoi oleh sang Ketum H. Harsoyo juga menjabat sebagai PR III Universitas 17 Agustus Semarang mengadakan Musker/Rakor atau konsolidasi organisasi dengan tema "Menggalang Soliditas Menjaga NKRI" sebagai konsolidasi lintas Yudha saat ini, Kamis tgl (21/02/19).

Jejak rekam perjuangan alumni 907 Untag Semarang.

Adapun acara tersebut akan dilangsungkan di Villa Vanaprastha Gedong Songo Bandungan, dengan Dansatgas Seno Susanto ST beserta semua divisi yang sudah masuk dalam kepanitiaan.

Mengenang kebesaran Batalyon 907 yang sudah berdiri awal tahun 1963 yang sudah berkiprah sejak lama, bahkan jejak rekam YON 907 saat sebagai Satgas Timor Timor maupun sebagai Satgas Pasukan Pengamanan PBB menjadi track record bahwa Resimen Mahasiswa cukup mumpuni dalam pendidikan yang termaktub dalam UU Bela Negara sebagai CadNas sesuai dengan UUD'45 pasal 30 ayat 1.

Kolaborasi sesama anggota alumni inilah yang membuat dasar diadakannya "Reuni Lintas Yudha" yang tergabung dalam Satgas Soliditas Menjaga NKRI.

Pasukan khusus berani mati ini tidak pernah kendor dalam semangat membela Negara dalam sendi sendi bermasyarakat, berbangsa dan Bernegara mencakup dalam semua aspek bidang pendidikan, hukum, ekonomi maupun kelola tata pemerintahan.

Adapun semangat itu masih terngiang dalam sebuah lagu mars kebesaran 907 ;

Tinggalkan Ayah Ibu, tinggalkan ayah tinggalkan ibu, ijinkan kami pergi berjuang, di bawah kibaran sang merah putih, majulah ayo maju menyerbu...SERBU...tidak kembali pulang...

Sebelum kita yang menang..PASTI MENANG, walau mayat terdampar di medan perang, untuk bangsa kami kan berjuang, maju ayo maju ayo terus maju, singkirkanlah dia..dia..dia.

Kikis habislah mereka musuh negara
Wahai kawanku resimen mahasiswa
Dimana engkau berada, teruskan perjuangan para pahlawan, demi bangsa kami kan berjuang.

Semangat Menwa di dalam pertempuran tidak pernah masuk koran, Mati dalam perang suatu kebanggaan, Komando baret ungu pasukan berani mati, Majulah ayo terus maju, Sampai titik darah penghabisan.

Suatu kebanggaan tersendiri bahwasanya seluruh anggota keluarga besar KAMENWA 907 UNTAG Semarang bisa hadir mewarnai reuni lintas Yudha ini, berharap berkumpul maupun mengenang kembali masa yang sudah lampau terlewati itu.

Gedong Songo tanggal 23 - 24 Maret 2019.

Kehadiran seluruh para Alumni 907 akan menjadi sebuah memontum dari sebuah sejarah besar yang akan dicatat oleh sejarawan bahwa eksistensi dan keberadaan "KAMENWA" 907 memberikan sumbangsih yang cukup besar kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia. (Catur Yoga)

Sabtu, 16 Februari 2019

Hari PERS Nasional Forum Wartawan Pati Gelar Tasyakuran Bersama Bupati Pati

Jateng7. Pati - Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2019 digelar di tempat spesial di Pati, yakni Pusat Kuliner Pati, tepatnya di belakang Gedung Olah Raga (GOR) pati Pesantenan turut Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sabtu tgl (16/02/19).

Mr. Didik Handoyo saat pemotongan tumpeng bersama Bupati Haryanto.

Kegiatan hari pers ini dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Suharyono, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto SIK, Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, segenap OPD Kabupaten Pati, serta Wartawan Pati.

Ketua Forum Wartawan Pati (FWP) Alman Eko Darmo yang juga ketua panitia kegiatan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Forkopimda dan jajaran OPD Kabupaten Pati.

Dalam memperingati Hari Pers Nasional HPN juga mengadakan hiburan OM Mahabarata dan ketoprak Laras Budoyo “dalam wadah perkumpulan Forum Wartawan Pati (FWP) ini harapannya, pers di Kabupaten Pati dapat membangun menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis digital.

Dalam sambutannya, Bupati Haryanto mengapresiasi kegiatan di tempat baru tersebut. Pihaknya berharap, wartawan atau jurnalis di Pati untuk memerangi tersebarnya hoax yang marak di media sosial," ujarnya.

Tidak terlepas itu FWP sebagai forum wartawan Pati menjadi komunitas awak media yang tergabung dalam para jurnalis online maupun mingguan yang sekretariatnya ada di TPA Sukoharjo Pati. ($.boy)

Selasa, 05 Februari 2019

Kedai Perko Menjadi Icon Tempat Nongkrong Berbagai Lintas Komunitas di Pati

Jateng7. Pati - Kedai Perko menjadi salah satu kedai kopi yang lagi hits saat ini, selain tempat nongkrong berbagai komunitas anak muda seperti komunitas fotografi, komunitas mobil, komunitas sepeda motor dan berbagai komunitas perupa lainnya, selain tempat nongkrong juga menjadi tempat spot foto yang bagus, Selasa tgl (05/02/19).

Bersama komunitas seniman musik Pati & Ipung gitaris Power Metal (Band legendaris).

Juga live musik setiap hari Jum'at malam yang selalu di isi oleh band Staccato dengan personil mas Adi salah satu personil music band di Pati yang sering tampil di kafe dan Resto.

Perko indentik dengan kawula muda berbagai kalangan, sejarah Kedai Perko sendiri berdiri pada tahun 2013 saat itu masih di emperan Pecinan dengan CEO Andry Sudianto Prasetyo.

Dan sekarang pindah ke jalan Pemuda no. 333 belakang dealer Daihatsu hingga sekarang ini dengan tempat parkir yang luas sehingga menambah kenyamanan para pengunjung.

Kedai Perko telah menjadi icon baru para pemburu dan pencinta kopi Nusantara dengan berbagai kopi khas seluruh Nusantara dengan aromanya yang selalu fresh, selain menyediakan berbagai minuman fresh drink dari campuran buah buahan yang segar.

Dengan tempat bangunan yang nyaman menyerupai kafe clasik menjadi sangat disukai oleh para penghobi fotografer yang hampir tiap minggunya selalu ada whorshop tentang fotografer, yang baru saja selesai yaitu dengan tema "Karakter Cahaya dari Sudut Pandang Pelukis".

Hal inilah yang sangat menarik para pemerhati seniman Pati dalam berbagai aliran baik musik, pelukis, perupa dan komunitas seni yang lainnya dalam diskusi yang menarik untuk disimak dalam perjalanan dan perkembangan seni saat ini.

Tempat yang nyaman menjadi pilihan tersendiri bagi berbagai kalangan baik dari komunitas anak muda maupun dari komunitas lainnya menambah keakraban untuk lebih intens dengan suasana klasik menambah suasana lebih syahdu.

Model dan fotografer dalam sesi pemotretan.

Bang Andry sebagai owner Kedai Perko sangat mengapresiasi semua kegiatan yang ada selama ini, yang penting bisa menambah tali persaudaraan antar teman teman komunitas lainnya.

Harapannya agar Kedai Perko bisa lebih maju dan mendapatkan tempat tersendiri diberbagai kalangan, dan sebagai wadah tongkrongan anak muda yang positif dengan memperkenalkan tempat wisata maupun seni dan budaya yang khususnya di kota Pati sendiri," terang mas Andry. (Roi)

Minggu, 03 Februari 2019

Bupati Haryanto Bersama Sekda Dalam Dialog Dengan Wartawan Pati

Jateng7. Pati - Bertempat dipendapa kabupaten, Bupati Pati ajak berdialog bersama dengan wartawan Pati yang bertajuk “ngobrol bareng dengan wartawan”untuk mensikapi berita hoax  dan kemajuan pembangunan di wilayah Kabupaten Pati.

Dialog bersama dengan Bupati dan OPD untuk kemajuan kabupaten Pati.

Dalam dialog  dipandu oleh Kabag Humas Setda Pati, Ahmadi S.Pd, MM sekaligus perkenalan sebagai Kabag Humas baru,  kepada awak media yang dihadiri jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Suharyono dan wartawan yang tergabung dalam media FWP dan FORJIP Pati.

Kegiatan yang dikemas dalam FGD (Focus Group Discussion) tersebut menjadi bagian program Humas Setda Pati sebagai wujud dalam memberikan wadah para jurnalis   memberikan andil untuk menyuarakan topik yang berkembang dalam pembangunan Kabupaten Pati.

FGD yang dilaksanakan setiap bulan ini sebagai wujud kepedulian Pemkab Pati menampung kegiatan positif dan membangun bagi para jurnalis dalam pemberitaan.

Saat berdialog dengan wartawan baik yang tergabung dalam Forum Wartawan Pati (FWP) dan Forum Jurnalistik Independen Pati (Forjip) di pendapa Jumat (01/02/19) malam, dalam kesempatan itu, Bupati Haryanto mengingatkan, kepada wartawan agar tidak terjebak dalam berita hoak. 

Dengan informasi yang ditulis untuk disajikan kepada pembaca/pemirsa harus benar-benar dicek kebenarannya.

Bupati Haryanto mengajak warga Kabupaten Pati untuk tidak gagal paham. Sehingga bisa memahami hal-hal yang seharusnya dipahami secara benar.  

Haryanto juga  menekankan,” agar jajaran pimpinan OPD jangan takut terhadap kritik, sebab, dengan kritik adalah sama saja diingatkan.

Kritik boleh asal di berikan solusinya, karena diingatkan, berarti ada yang kurang sehingga perlu ada yang harus dibenahi dan ditingkatkan.

''Jika tidak ada kritik, merasa semua sudah benar dan semua sudah baik, sehingga bisa menjadi lupa  tidak terkontrol,” tandasnya.

Apalagi, bagi awak media sosial dengan kecanggihan teknologi ITE yang tak bisa dibendung lagi, maka sebagai penyaji berita juga dituntut tanggung jawab, termasuk dalam menyampaikan kritik juga harus selektif.

Sebab, pihaknya juga tidak alergi terhadap kritik asal kritik yang disampaikan itu benar-benar konstruktif,” ujarnya.

Menurut buapti, selama ini juga merasa sangat terbantu dengan berita-berita yang disajikan para wartawan dalam upaya untuk bersama-sama membangun dan mewujudkan  Pati ke depan lebih maju.

Sebab, dengan pemberiataan yang selalu tersaji dengan cepat semua peristiwa yang terjadi hari ini bisa langsung diketahui dengan cepat pula.

Lebih - lebih dengan berita yang tersaji secara ''online'' begitu cepat beredar sehingga melalui kecanggihan teknologi informasi ini.

Hariyanto mengakui saat membaca berita yang tersaji, selalu mencatat semua pernyataan yang disampaikan pembuatnya.

Akan tetapi yang berkait dengan berita, jika dirasakan belum jelas apa permasalahannya, agar tidak gagal paham lebih baik ditanyakan kepada pimpinan OPD yang berkompeten, agar menjadi berita yang berimbang.

Kendati demikian, upaya wartawan yang ahli menyusun kalimat memang harus bisa mengejar dan menyajikan berita yang viral.

Akan tetapi ada juga berita yang viral dan berdampak tidak bagus di antaranya   berita di mana semua media menulis  seorang pengemis yang mempunyai aset mencapai Rp 1,4 miliar.

''Akan tetapi, di satu sisi berita tersebut sangat tidak cocok jika sampai diikuti dan ditiru oleh yang lain, sehingga berita-berita seperti itu terlebih dahulu harus difilter sebelum disiarkan atau ditayangkan," tegas bupati.

Wabup Pati Saeful Arifin menambahkan,” hasil karya seorang jurnalis sangat berperan dalam pembangunan di Pati. 

Pemberitaan menarik yang di sajikan sangat berdampak menuju perkembangan Pati yang lebih signifikan.

Rasa nasionalisme dan kebanggaan Kabupaten Pati perlu ditonjolkan dengan tulisan para media,”ujar wabup singkat.

Sekda Pati Suharyono juga mengajak media untuk mendukung kemajuan pembangunan di segala sektor Kabupaten Pati. Terutama sektor wisata yang perlu promosi dari media.

Tidak lepas dari UMKM juga perlu dikembangkan dalam mendukung sektor perekonomian. Sekda minta supaya para jurnalis mendukung supaya Pati lebih maju dan banyak investor yang masuk.

Diakhir acara Kabag Humas merangkum dialog yang bisa membawa perubahan untuk kemajuan Pati dalam kecanggihan teknologi ITE dan berita yang tersaji secara ''online'' agar tidak gagal paham dan kritik yang konstrutif.

Harapannya, semoga hubungan baik yang sudah terjalin dipertahankan baik dalam informasi publik dan pemberitaan yang positif membangun,”tutupnya kabag humas. ($.roy)

Related Post

.